Berita Dunia Islam Indonesia

Kumpulan berita yang terjadi dalam dunia Islam Indonesia

Arsip untuk kategori ‘Internasional’

Menteri Menyarankan Pekerja-pekerja Tamu untuk Belajar tentang Islam

belum ada komentar

Yayasan Pendidikan Islam (Islamic Education Foundation, IEF) di Alhamrah pada hari Jumat menyelenggarakan upacara besar di aula konferensi  Kamar Dagang dan Industri untuk menghormati 749 muallaf yang baru memeluk Islam tahun lalu.

Menteri Urusan Keislaman Shalih al-Asyaikh, yang merupakan tamu kehormatan di upacara, menekankan pentingnya menyebarkan pesan Islam di antara komunitas orang asing (ekspatriat). “Penyiaran Islam adalah kewajiban setiap Muslim,” katanya.

Dia mendesak pekerja-pekerja tamu non-Muslim untuk memanfaatkan Pusat Dakwah di berbagai wilayah Kerajaan untuk mempelajari lebih banyak mengenai Islam dan menghapus kesalah-pahaman mereka tentang ajaran-ajarannya.

“Kita sekarang dalam proses mengubah Pusat Dakwah di seluruh negeri dalam rangka untuk membuat mereka lebih efektif dalam menjalankan misi mereka,” kata Menteri. Ada sekitar 260 Pusat Dakwah di berbagai wilayah dalam Kerajaan.

“Ini adalah kewajiban agama kita untuk mencerahkan para pekerja tamu non-Muslim di dalam Kerajaan tentang pesan al-Qur’an dan Sunnah (ajaran-ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam),” katanya.

“Masuk Islamnya dalam jumlah besar pekerja asing di dalam Kerajaan dalam satu tahun menunjukkan bahwa Islam menyebar cepat meskipun melengking kampanye negatif terhadap agama ini oleh musuh-musuhnya,” kata Faisal al-Shami, wakil direktur IEF.

Dia mengatakan mayoritas ekspatriat non-Muslim di Kerajaan tertarik untuk belajar tentang Islam. “Di antara mereka, ada beberapa orang yang menunjukkan permusuhan terhadap Islam dan kita mencoba untuk mengajak mereka melalui dialog konstruktif. Ada kelompok ekspatriat lain yang tidak ambil peduli terhadap agama, “katanya.

Al-Shami mengatakan lebih dari 7.000 ekspatriat dari berbagai negara telah menerima Islam di IEF selama 15 tahun terakhir. “Kami menyediakan kursus intensif tentang Islam untuk memperkuat iman mereka dan membantu mereka untuk melakukan haji,” katanya.

James Bradley, 63, konsultan Inggris dari perusahaan Saudi, yang memeluk Islam tahun lalu seharusnya menghadiri upacara hari Jumat, tetapi dia meninggal lima bulan setelah masuk Islam. Dia telah berganti nama menjadi Jamal.

Seorang Kristen Protestan, Bradley datang ke Arab Saudi ketika ia berusia 31. Selama tiga dekade terakhir ia sering menyatakan keinginannya untuk menerima Islam, kata Al-Shami. Setelah mengucapkan Syahadat (bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah), ia mengatakan ia merasa seperti hatinya telah dibersihkan.

IEF, memiliki kantor di Alhamrah, Corniche dan pusat kota Jeddah, beroperasi dibawah pengawasan Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Seruan dan Penyuluhan. Kementerian itu menyelenggarakan kuliah, seminar, kompetisi dan perjalanan Umrah. “Program kami bertujuan untuk mempopulerkan agama, nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam dan melindungi pemuda Muslim dan keluarga dari ide-ide dan pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam,” kata Ismail Abu Thalib, manajer hubungan masyarakat dan pengembangan sumber daya.

Sumber: http://arabnews.com/saudiarabia/article27209.ece


Teks Asli:

Minister advises guest workers to learn about Islam
ref: http://arabnews.com/saudiarabia/article27209.ece

The Islamic Education Foundation (IEF) in Alhamrah on Friday organized a major ceremony at the Jeddah Chamber of Commerce and Industry’s conference hall to honor 749 new Muslims who embraced Islam last year.

Islamic Affairs Minister Saleh Al-Asheikh, who was the guest of honor at the ceremony, emphasized the importance of disseminating the message of Islam among the expatriate community. “Islamic propagation is the duty of every Muslim,” he said.

He urged non-Muslim guest workers to make use of the dawa centers in various parts of the Kingdom to learn more about Islam and remove their misconceptions about its teachings.

“We are now in the process of revamping the dawa centers across the country in order to make them more effective in carrying out their mission,” the minister said. There are about 260 dawa centers in various parts of the Kingdom.

“It is our religious duty to enlighten non-Muslim guest workers in the Kingdom about the message of the Qur’an and Sunnah (teachings of the Prophet Muhammad, peace be upon him),” he said.

“The embracing of Islam by a large number of expatriate workers in the Kingdom in a single year shows that Islam is spreading fast despite the strident smear campaign against the religion by its enemies,” said Faisal Al-Shami, deputy director of IEF.

He said the majority of non-Muslim expatriates in the Kingdom are interested to learn about Islam. “Among them, there are a few people who show enmity toward Islam and we try to engage them through constructive dialogue. There is another group of expatriates who do not give any value to religious faith,” he said.

Al-Shami said more than 7,000 expatriates of different nationalities have accepted Islam at IEF during the last 15 years. “We provide them with intensive courses on Islam to strengthen their faith and assist them to perform Haj,” he said.

James Bradley, 63, a British consultant of a Saudi company, who embraced Islam last year was supposed to attend Friday’s ceremony, but he died five months after his conversion to Islam. He had adopted Jamal as his new name.

A Protestant Christian, Bradley came to Saudi Arabia when he was 31. During the last three decades he had often expressed his desire to accept Islam, said Al-Shami. After pronouncing the Shahada (that there is no god but God and Muhammad is the Prophet of God), he said he felt like his heart has been cleansed.

IEF, having offices in Alhamrah, Corniche and downtown Jeddah, operates under the supervision of the Ministry of Islamic Affairs, Endowments, Call and Guidance. It organizes lectures, seminars, competitions and Umrah trips. “Our programs are aimed at highlighting Islamic faith, values and teachings and protecting Muslim youth and families from un-Islamic thoughts and ideas,” said Ismaeel Abu Taleb, manager for public relations and resource development.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

March 8th, 2010 pada 2:16 pm

Kategori: Arab Saudi

Tag:

Komandan Marinir AS Tolak Ada Homoseksual di Militer

satu komentar

Jakarta – Komandan Marinir AS menolak usulan Presiden Barack Obama yang akan membuka kesempatan bagi homoseksual untuk dapat bergabung dengan militer AS. Jenderal James Conway menyatakan penentangan tersebut secara tegas pada senat komite pertahanan AS.

“Saran terbaik yang saya berikan pada komite ini, pada sekretaris pertahanan dan pada presiden adalah menjaga aturan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Conway seperti ditulis AFP, Jumat (26/2/2010).

Conway pun mempertanyakan akankah dengan mengizinkan kaum homoseksual bergabung dengan Marinir AS dapat meningkatkan kemampuan tempur pasukan AS?

Sebelumnya Komandan Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS juga mengekpresikan keragu-raguan mereka atas pencabutan larangan bagi kaum homoseksual untuk terang-terangan mengakui status mereka yang berbeda. Kedua perwira tinggi tersebut khawatir isu ini akan menjadi kontroversi.

Namun Conway bertindak lebih jauh. Dia terang-terangan menolak usulan tersebut. Conway pun mempersilakan anggota marinir yang mengaku homoseksual untuk keluar dari dinas militer.

AS memang menerapkan aturan “jangan bertanya, jangan mengaku” bagi para homoseksual yang bertugas di militer AS. Artinya jika mengaku dirinya homoseksual, dia akan dikeluarkan dari kemiliteran. Namun jika tidak ketahuan homoseksual, tidak apa-apa. (rdf/rdf)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/02/26/071029/1307193/10/komandan-marinir-as-tolak-ada-homoseksual-di-militer

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

February 26th, 2010 pada 8:07 am

Seorang Korban Banjir Jeddah Ditemukan Masih Hidup

belum ada komentar

Jeddah (ANTARA) – Seorang korban banjir di Jeddah, 25 November lalu ditemukan terperangkap di tumpukan sampah selama sepuluh hari dalam keadaan hidup.

Seorang petugas Pertahanan Sipil Jeddah, seperti dilaporkan Arabnews.com, Senin, pria berkebangsaan Afrika itu diselamatkan dari reruntuhan bangunan Sidik Centre, di al-Sawad, kawasan Quwaizah, Jeddah yang paling parah terkena musibah banjir 25 November lalu.

Menurut petugas yang tidak disebutkan namanya itu, berdekatan dengan lokasi penemuan korban yang masih hidup tersebut, petugas juga menemukan seorang lagi korban tewas.

Menurut catatan, banjir dan air bah yang melanda Jeddah setelah guyuran hujan sekitar lima jam itu, 117 orang tewas dan 47 orang lagi belum ditemukan.

“Kami gagal menyelamatkan korban karena terhalang tumpukan sampah,” ujarnya seraya menambahkan, korban agaknya baru menghembuskan nafas terakhir karena saat ditemukan jasadnya tidak berbau.

Jubir Pertahanan Sipil dan Direktur Manajemen Bencana, Brigjen Muhammad al-Qarni menyatakan bahwa jumlah korban yang hilang turun menjadi 41 orang, sementara yang tewas, meningkat menjadi 120 orang.

al-Qarni juga menyebutkan bhwa banyak bangkai ternak yang ditemukan di areal musibah banjir saat dilakukan operasi pencarian dan sejauh ini masih dilacak apakah bangka hewan tersebut milik korban yang tewas atau mati akibat lainnya.

Tim Pencari juga mendesak sanak keluarga orang yang hilang untuk melapor pada departemen kesehatan untuk mengidentifikasi DNA jenasah-jenasah yang ditemukan.

Menurut al-Qarni, pihaknya mengerahkan 11 tim pencari korban, termasuk 100 pengemudi untuk melakukan pencarian terhadap mayat-mayat yang belum ditemukan.

Ia membantah tudingan bahwa Pertahanan Sipil tidak siap untuk menangani krisis tersebut.

Segera setelah musibah terjadi, katanya menambahkan, dibentuk komite krisis di bawah koordinasi Pemda Jeddah beranggotakan berbagai instansi pemerintah untuk bekerjasama dengan misi penyelamat, sedangkan 1.300 alat-alat berat dan ribuan anggota pertahanan sipil telah dikerahkan untuk melakukan pencarian korban.

Pemda Jeddah juga melakukan penyemprotan pestisida untuk membasmi nyamuk pembawa virus dengue di l.150 lokasi bencana terdiri dari 296 lokasi konstruksi bangunan, 64 unit perumahan, 25 taman, tujuh taman besar dan 758 areal terbuka. (*)

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/1260844880/seorang-korban-banjir-jeddah-ditemukan-masih-hidup

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

December 17th, 2009 pada 5:58 pm

Para Pemukim Yahudi Serang Masjid di Tepi Barat

belum ada komentar

Para pemukim Yahudi diduga menyerang sebuah masjid di Tepi Barat serta membakar perpustakaan dan pesan-pesan kebencian tertulis di dinding, kata sumber-sumber pejabat keamanan Palestina, Jumat.

Bentrokan terjadi ketika penduduk desa melemparkan batu-batu ke pasukan Israel yang dikerahkan untuk menyelidiki insiden Kamis malam di masjid desa Kfar Yasuf. Pasukan keamanan menanggapi aksi penduduk itu dengan menyemprotkan gas air mata, kata para pejabat lokal.

Daerah Tepi Barat bagian utara adalah tempat sejumlah pemukim Israel yang berhaluan paling keras yang membela kebijakan “pembalasan” dengan dasar itu mereka menargetkan warga Palestina untuk membalas setiap tindakan pemerintah Israel yang mereka anggap mengancam permukiman-permukiman Yahudi.

Militer Israel mengatakan “tampaknya para penyerang menulis pesan-pesan penuh kebencian dalam bahasa Yahudi selain membakar rak-rak buku dan sebuah karpet.

Militer Israel menyatakan kepada badan-badan keamanan Pemerintah Palestina pihaknya “menganggap insiden menyakitkan” dan pasukan keamanan sedang berusaha untuk menangkap para pelaku, kata pernyataan itu.

Pekan lalu sebuah rumah dan tiga kendaraan dibakar di sebuah desa lain juga dekat kota Nablus, Tepi Barat utara. Pemilik rumah itu mengemukakan kepada polisi ia melihat tiga pemukim Yahudi mulai membakar di masjid itu.

Para pemukim mengecam keputusan pemerintah untuk memberlakukan penangguhan 10 bulan mengenai izin pembangunan rumah baru bagi warga Israel di Tepi Barat yang diduduki, dekat Jerusalem timur yang dicaplok Israel itu. Kota itu berpenduduk mayoritas warga Arab.

Banyak pemukim menganggap mereka memiliki hak yang diberikan Tuhan untuk tinggal di tanah yang menurut kitab injil milik Israel, yang termasuk Tepi Barat itu.

Masalah permukiman itu adalah salah-satu hal yang paling mengganjal dalam usaha-usaha perdamaian di Timur Tengah.(*)

Sumber: AntaraNews

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

December 17th, 2009 pada 5:25 pm

Pemerintah Swiss Larang Pembangunan Menara Masjid

belum ada komentar

Pemerintah Swiss memberlakukan larangan pembangunan menara masjid. Peraturan ini keluar setelah digelar referendum yang diikuti rakyat Swiss pada Ahad (29/11). Hasil referendum menunjukkan 57 persen pemilih setuju pemerintah tak lagi mengeluarkan izin pembangunan menara masjid. Adapun larangan pembangunan menara ini digagas Partai Rakyat Swiss.

Meskipun sudah dilarang, pemerintah Swiss tetap membolehkan empat menara yang telah ada tetap berdiri. Pemerintah Swiss juga sebenarnya berharap warga memberi suara “tidak” terhadap pelarangan itu karena dikhawatirkan berpengaruh buruk pada hubungan Swiss dengan negara-negara Islam. Di Swiss, dari 7,5 juta lebih warganya, 400 ribu di antaranya memeluk Islam.(JUM)

Sumber: Liputan6

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

December 7th, 2009 pada 10:14 am

Vatikan Sebut Halloween sebagai Anti-Kristen

satu komentar

Roma – Vatikan menyebut Halloween yang dirayakan tiap 31 Oktober malam sebagai bentuk kegiatan anti-kristen. Sebuah artikel di koran resmi Vatikan, L’Osservatore Romano mengatakan ‘Halloween bagian dari okultisme dan jelas anti-kristen’.

Gereja Katholik terus melawan popularitas Halloween dalam beberapa tahun belakangan ini. Tahun lalu, sebuah koran yang di bawah Keuskupan Italia, Avvenire, menyerukan boikot terhadap ‘Liburan Setan’.

Halloween disebut sebagai ‘perayaan horor berbahaya dan mengerikan’ yang dapat mendorong seseorang melakukan ‘kekejaman (setan) sektarian tanpa segan’.

Awal minggu ini Gereja Katholik di Spanyol juga mengecam perkembangan popularitas Halloween.

Referensi: detikNews

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

December 6th, 2009 pada 10:10 pm

Unjuk Rasa Antimuslim di Nottingham Ricuh

belum ada komentar

Ribuan orang menggelar unjuk rasa antimuslim di Kota Nottingham, Inggris, Ahad (6/12), dan berujung bentrokan dengan polisi. Satuan polisi berkuda dan bersenjata dengan susah payah berusaha menghentikan unjuk rasa dari massa Liga Pertahanan Inggris itu. Pengunjuk rasa yang menyerang polisi dibalas dengan pukulan tongkat polisi.

Suasana kian ricuh saat sekelompok pemrotes antifasisme datang, sehingga menyulut kemarahan pengunjuk rasa antimuslim. Untuk beberapa saat, unjuk rasa dapat dikendalikan polisi. Namun, hanya dalam hitungan menit pemrotes melanjutkan aksinya di ruas jalan yang lain. Polisi pun bertindak tegas dengan menangkapi sejumlah pemrotes.

Dalam aksi serupa yang kerap mewarnai Inggris dalam beberapa bulan terakhir, para pemrotes menyangkal telah mengangkat isu rasisme dan menentang milisi Islam. Padahal, mereka kerap meneriakkan slogan anti-Islam dan penerapan hukum syariah di Inggris.

Sumber: Liputan6.com

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

December 6th, 2009 pada 9:27 pm

Israel Setujui Pembangunan 900 Unit Rumah Baru di Jerusalem Timur

satu komentar

Kementerian dalam negeri Israel Selasa mengizinkan pembangunan 900 unit perumahan baru di Jerusalem timur yang dicaplok, dalam tindakan yang akan memancing kecaman internasional, menurut kementerian itu.

“Komisi perencanaan dan pembangunan telah mengizinkan pembangunan 900 unit perumahan di lingkungan Gilo di Jerusalem,” kementerian itu menerangkan.

Langkah tersebut tiba ketika AS mendesak negara Yahudi itu untuk menghentikan aktivitas permukimannya, saat Amerika berupaya untuk membawa Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan.

Masyarakat internasional acap kali mengkritik Israel karena membangun di tanah Palestina yang diduduki, yang Israel rebut pada 1967, tapi tanah tempat Palestina ingin membangun negara mereka pada masa depan.

Pada Senin, sebuah harian Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menolak permintaan AS untuk membekukan proyek di Gilo, di pinggiran selatan Jerusalem itu.

Diminta untuk mengomentari laporan tersebut, seorang pejabat senior Israel hanya menyatakan bahwa Netanyahu “siap untuk menunjukkan pengekangan maksimal ketika hal itu mengenai pembangunan di Judea dan Samaria (Tepi Barat) untuk membantu memulai lagi pembicaraan, tapi kebijakan ini tidak berlaku di Jerusalem, ibukota kami.”

Walikota Jerusalem Nir Barkat mengatakan dalam satu pernyataan, ia “menolak dengan keras permintaan Amerika untuk menghentikan pembangunan di Jerusalem dan akan membolehkan pembangunan untuk orang Yahudi, orang Islam dan orang Kristen di satu bagian Jerusalem tanpa prasangka”.

“Permintaan untuk menghetikan pembangunan oleh agama adalah tidak sah di AS atau di tempat bebas lainnya di dunia.”

Gilo terletak di Jerusalem timur yang sebagian besar penduduknya orang Arab, yang Israel rebut bersama dengan Tepi Barat dari Jordania dalam Perang Enam Hari pada 1967 dan kemudian dicaplok dalam tindakan yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Israel menganggap dua bagian kota suci itu sebagai ibukotanya yang abadi dan tak bisa dibagi serta tidak akan meninjau pembangunan di bagian timurnya sebagai permukiman. Palestina ingin menjadikan bagian timur kota Jerusalem itu sebagai ibukota negara mereka yang dijanjikan.

Sekitar 180.000 orang Israel tinggal di Jerusalem Timur berdampingan dengan hampir 270.000 orang Palestina.(*)

Sumber: antara.co.id

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

November 21st, 2009 pada 9:53 pm

Saudi Tolak Haji Politik

belum ada komentar

Arab Saudi memperingatkan para jama’ah haji untuk tidak menggelar unjuk rasa selama menunaikan ibadah haji. Sebuah peringatan yang ditujukan pada Iran yang meyakini haji mempunyai dimensi politik disamping spiritual.

Pernyataan yang dikeluarkan kabinet Saudi tersebut tidak menyebut Iran tetapi mengikuti pernyataan para pemimpin Iran mengenai ibadah haji.

Pemimpin tertinggi Ayatollah(?) Ali Khamenei mengatakan warga Syi’ah sudah selayaknya mengemukakan perubahan.

Pemerintah Saudi yang Sunni mengatakan keributan politik akan mengganggu jama’ah dan membahayakan keselamatan mereka.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Teheran akan mengambil langkah seperlunya kalau jama’ah haji Iran mengalami pembatasan selama pelaksanaan ibadah haji.

Sementara Ayatollah(?) Khamenei meminta pemerintah Saudi untuk mengambil tindakan atas tuduhan adanya salah urus terhadap warga Syiah di Arab Saudi.

Tahun 1987 kalangan Syiah, kebanyakan dari Iran, bentrok dengan polisi Arab Saudi dalam sebuah protes anti-Amerika saat menjalankan ibadah haji. 402 orang diketahui meninggal gara-gara peristiwa itu.

Sejak peristiwa itu tidak ada lagi protes besar-besaran dan polisi Saudi meningkatkan penjagaan keamanan besar-besaran.

Ratusan ribu ummat mulai berdatangan di Mekkah dan Medinah menjelang pelaksanaan haji yang akan jatuh akhir bulan November.

Sekitar dua juta ummat Islam melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya.

Sumber: BBCIndonesia

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

November 10th, 2009 pada 8:34 am

Walikota Anti-Taliban Tewas Dibom

belum ada komentar

Insiden bom bunuh diri menggunakan mobil kembali berlangsung di Pakistan. Serangan yang terjadi di Kota Adazai, 16 km dari kota Peshawar, Minggu, 9 November 2009, menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk seorang walikota setempat.

Milisi Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang juga melukai 36 orang. Shahibzada Anis Khan, seorang pejabat setempat, mengatakan ledakan itu berasal dari sekitar 10 kilogram bahan peledak.

“Ledakan menewaskan Walikota Abdul Malik, yang sedang berada di luar rumah saat sebuah mobil melintas dan meledak,” kata Khan seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN. Sedangkan anak walikota menderita luka serius dan dirawat di Rumah Sakit Peshawar.

Abdul Hamid Afridi dari Reading Hospital Peshawar mengatakan korban ledakan temasuk seorang anak kecil dan lima orang wanita.

Malik merupakan aktivis Lashkar, sebuah relawan militer yang berperang melawan militan Taliban. Menurut seorang pegawai senior di pemerintahan, hingga dua tahun lalu, Walikota Abdul Malik mendukung Taliban.

Namun, kemudian dia berbalik arah dan tidak menyetujui strategi kelompok tersebut, yang sering kali menempatkan warga sipil sebagai target.

Pemimpin Taliban setempat menyatakan beberapa alasan untuk membunuh Malik. Dia telah memperingatkan, agar siapapun yang berseberangan dengan Taliban akan menjadi target bom bunuh diri.

Sumber: VIVANEws.com

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

November 10th, 2009 pada 8:28 am