Berita Dunia Islam Indonesia

Kumpulan berita yang terjadi dalam dunia Islam Indonesia

Arsip untuk kategori ‘Penyelenggaraan Ibadah haji’

Irjen Depag Akui Jamaah Nonkuota Ganggu Operasional Haji

belum ada komentar

Madinah – Inspektorat Jenderal (Itjen) Departemen Agama (Depag) menyatakan wajar bila departemennya keberatan dengan keberadaan jamaah haji nonkuota. Pasalnya,keberadaan jamaah haji tersebut mengganggu sistem operasional perhajian, dan tidak adanya keamanan bagi jamaah.

“Jamaah non-kuota telah mengganggu operasionalisasi perhajian, karena tidak ada jaminan keamanan bagi para jamaah. Meski begitu, Depag tak bisa berbuat banyak karena visa mereka dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi,” kata Irjen Depag, HM Suparta, kepada tim Media Center Haji yang didampingi Ketua PPIH Daerak Kerja Madinah Cepi Supriatna di Madinah, Sabtu (5/12/2009).

Suparta pun merekomendasikan agar ada upaya pengajuan keberatan kepada pihak konsorsium penyelenggara haji Arab saudi (Muasasah) sebagai pihak yang turut andil meloloskan jamaah non-kuota. Bahkan, Menteri Agama Suryadharma Ali telah membicarakan hal ini dengan perwakilan Muasasah Asia Tenggara.

Menurut data Depag, tahun ini diperkirakan ada sekitar 2.000 orang yang dulu disebut jamaah haji ‘Paspor Hijau’, karena dulu jamaah haji resmi menggunakan paspor cokelat. “Mereka diberangkatkan dengan berbagai perusahaan atau agen travel, yang memanfaatkan ‘calling visa’ yang diberikan setiap tahun oleh Kerajaan Arab Saudi. Sayangnya, mereka ini kerap kurang pelayanan dan banyak yang tertipu. Karena tidak ada jaminan keamanan dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Suparta menjelaskan, sekarang yang harus dilakukan bagaimana caranya melobi pemerintah Arab Saudi untuk mengatasi persoalan jamaah haji nonkuota ini secara bersama-sama. Suparta juga mempersilakan kepada jamaah haji nonkuota untuk melapor kepada kepolisian bila merasa tidak puas atas pelayanan yang dilakukan biro atau perusahaan perjalanannya itu.

“Itu hak mereka, mereka bisa saja protes atau mempermasalahkannya,” ujarnya. (zal/mok)

Sumber: detikNews

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

December 6th, 2009 pada 9:56 pm

187 Jamaah Haji RI Wafat di Arab Saudi

belum ada komentar

Makkah – Sampai hari ini (05/12/2009) angka jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia, baik sebelum maupun pascaarmina, tercatat berjumlah 187 orang. Jamaah haji yang meninggal dunia atau wafat ini dari berbagai kloter dan embarkasi di Indonesia.

Demikian data yang diperoleh dari Sistem Komunikasi Haji Terpadu (Siskohat) Departemen Agama yang dilansir tim Media Center Haji di PPIH Daerah Kerja Makkah, Sabtu (5/12/2009) sore waktu Arab Saudi.

Dari data yang ada, jumlah jamaah yang wafat terakhir itu pada hari Jumat (4/12) sebanyak 13 orang. Mereka ini meninggal dunia di antaranya di Rumah Sakit Arab Saudi, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), pemondokan, masjid maupun saat perjalanan.

Saat ini, jamaah-jamaah yang wafat di Makkah sendiri sudah dimakamkan di Pemakaman Sarraya atau Ma’la, Makkah. Sementara itu, jadwal pemulangan jamaah haji Indonesia di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah mengalami sejumlah keterlambatan. Hal ini dikarenakan padatnya jadwal penerbangan di bandara tersebut.

Sebab, tidak hanya jamaah haji Indonesia yang akan pulang ke tanah air. Sejumlah jamaah haji dari beberapa negara di Timur Tengah, Turki dan Asia lainnya juga dijadwalkan pulang bersamaan. (zal/mok)

Sumber: detikNews

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

December 6th, 2009 pada 9:52 pm

Hampir Tiga Juta Umat Naik Haji

belum ada komentar

Jumlah jemaah dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia yang akan menunaikan Rukun Islam ke-5 pada musim haji 1430 Hijriah diperkirakan mendekati angka tiga juta orang.

Dengan jumlah itu, menurut keterangan tertulis dari kementerian Arab Saudi, Sabtu, tanpa menyebutkan rinciannya, berarti terjadi kenaikan sekitar 13 persen dibandingkan dengan jumlah jemaah haji pada tahun lalu (1429H).

Jemaah calon haji (calhaj) Indonesia sendiri pada musim haji 1430H berjumlah sekitar 209.000 orang terdiri atas sekitar 192.000 orang haji reguler program Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia (BPIH-dulu ONH), sekitar 17.000 haji nonreguler (nonBPIH-dulu ONH Plus) dan ratusan haji nonkuota yang diberangkatkan biro-biro perjalanan swasta tanpa koordinasi dengan departemen agama.

Sebaliknya, jumlah jemaah haji lokal diperkirakan turun sekitar 40 persen pada musim haji 1430H ini.

Juga tidak disebutkan rincian jumlah jemaah haji tahun ini dan tahun sebelumnya, namun dilaporkan bahwa penurunan jumlah warga setempat untuk menunaikan rukun Islam kelima itu terjadi karena tingginya biaya yang dikenakan dan adanya kekhawatiran merebaknya virus flu babi (H1N1).

Untuk haji lokal diperlukan biaya sekitar RS10.000 (sekitar Rp25 juta), sementara vaksinasi vaksin H1N1 bagi calon haji lokal baru berupa anjuran, belum merupakan keharusan.

Kampanye vaksinasi tahap pertama yang dilakukan terhadap 1 juta warga sejak pekan lalu sasarannya adalah calhaj lokal dan petugas yang melakukan kontak langsung dengan para jemaah calon haji.

Sebagian warga enggan mengikuti program vaksinasi gratis tersebut karena mengkhawatirkan efek sampingnya seperti demam, muncul bercak merah di kulit atau malah diisukan bisa mandul.

Sementara itu Kota Suci Mekah saat ini sudah dipadati ummat Islam dari berbagai penjuru dunia, khususnya di kawasan Masjidil Haram yang memutih menjadi lautan manusia yang mengenakan pakaian ihram atau gamis berwarna putih.

Saat shalat Jumat saja, diperkirakan hadir sekitar setengah juta umat yang memenuhi sampai halaman Masjidil Haram.

Setelah beberapa kali direnovasi dan diperluas, saat dengan luas 328.000 m2, Masjidil Haram mampu menampung satu juta umat.

Sebagian jemaah tampak pula berkerumun di toko-toko yang menjual cindera mata atau pernik-pernik haji, air zamzam, penukaran uang atau gerai-gerai makanan yang tesebar di kawasan seputar Masjidil Haram.

Akses kendaraan ditutup di jalan sekitar Masjidil Haram, sehingga jemaah harus berjalan beberapa ratus meter untuk menuju penghentian bus, taksi atau kendaraan-kendaraan yang menunggu mereka. (*)

Referensi: antara.co.id

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

November 21st, 2009 pada 9:59 pm

Wukuf di Arafah 26 November

belum ada komentar

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan Hari Arafah tanggal 26 November atau Hari Kamis pekan depan. Keputusan ini didasarkan pada pengamatan langsung atau rukyah yang memperkuat awal bulan Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu (18/11).

Kemarin, pihak berwenang di Arab Saudi mengumumkan secara resmi Hari Arafah itu. ”Karena Rabu ditetapkan sebagai awal bulan Dzulhijjah, maka Idul Adha jatuh pada hari Jumat tanggal 27 November,” kata Ketua Mahkamah Agung, Abdul Rahman Al-Kelya, Rabu (18/11).

Sumber: alsofwah.or.id

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

November 21st, 2009 pada 4:25 pm

Saudi Tolak Haji Politik

belum ada komentar

Arab Saudi memperingatkan para jama’ah haji untuk tidak menggelar unjuk rasa selama menunaikan ibadah haji. Sebuah peringatan yang ditujukan pada Iran yang meyakini haji mempunyai dimensi politik disamping spiritual.

Pernyataan yang dikeluarkan kabinet Saudi tersebut tidak menyebut Iran tetapi mengikuti pernyataan para pemimpin Iran mengenai ibadah haji.

Pemimpin tertinggi Ayatollah(?) Ali Khamenei mengatakan warga Syi’ah sudah selayaknya mengemukakan perubahan.

Pemerintah Saudi yang Sunni mengatakan keributan politik akan mengganggu jama’ah dan membahayakan keselamatan mereka.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Teheran akan mengambil langkah seperlunya kalau jama’ah haji Iran mengalami pembatasan selama pelaksanaan ibadah haji.

Sementara Ayatollah(?) Khamenei meminta pemerintah Saudi untuk mengambil tindakan atas tuduhan adanya salah urus terhadap warga Syiah di Arab Saudi.

Tahun 1987 kalangan Syiah, kebanyakan dari Iran, bentrok dengan polisi Arab Saudi dalam sebuah protes anti-Amerika saat menjalankan ibadah haji. 402 orang diketahui meninggal gara-gara peristiwa itu.

Sejak peristiwa itu tidak ada lagi protes besar-besaran dan polisi Saudi meningkatkan penjagaan keamanan besar-besaran.

Ratusan ribu ummat mulai berdatangan di Mekkah dan Medinah menjelang pelaksanaan haji yang akan jatuh akhir bulan November.

Sekitar dua juta ummat Islam melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya.

Sumber: BBCIndonesia

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

November 10th, 2009 pada 8:34 am

Kuota Haji Ditambah

belum ada komentar

Pemerintah Arab Saudi akhirnya memberikan tambahan kuota jemaah haji sebanyak 3.000 orang untuk Indonesia. Tambahan itu dibuka untuk jemaah haji khusus dan sudah 1.240 orang yang mendaftar. Jemaah haji khusus adalah yang selama ini dikenal sebagai ONH plus.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Departemen Agama A Ghofur Djawahir, Jumat (30/10), mengatakan, surat pemberitahuan tambahan kuota diterima pada awal pekan lalu. Setelah melakukan evaluasi, Departemen Agama menetapkan kuota tambahan itu diberikan untuk jemaah haji khusus yang sering disebut ONH (ongkos naik haji) plus.

Kalau diberikan untuk jemaah haji reguler, kami khawatir tidak cukup waktu untuk mengurus persyaratan,” ujarnya. Departemen Agama kembali membuka pendaftaran ibadah haji pada tanggal 28-29 Oktober. Selama dua hari, sudah 1.240 orang yang mendaftarkan diri.

Mereka bisa diberangkatkan jika semua persyaratan, seperti hotel, sarana transportasi, dan katering, sudah disiapkan. Bahkan, menurut Ghofur, visa untuk jemaah haji khusus itu baru bisa diberikan setelah mereka memperoleh hotel.

Selain itu, pemberangkatan jemaah haji khusus itu tidak bergantung pada jadwal yang ditetapkan Departemen Agama. Keberangkatan jemaah haji khusus itu dijadwalkan setiap kelompok bimbingan ibadah haji sebagai penyelenggara.

Sumber: kompas.com

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

October 31st, 2009 pada 8:16 am

Calon Jamaah Haji Kloter I Medan Berangkat Besok

belum ada komentar

Sebanyak 450 calon jamaah haji ditambah 5 orang petugas haji, mulai Kamis (22/10) petang memasuki Asrama Haji Pangkalan Mashur, Medan. Calon jamaah haji yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) pertama asal Labuhan Batu ini akan diberangkatkan ke Madinah, Jum’at (23/10) esok.

Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Sumatera Utara, Syaiful Mahya Bandar mengatakan, tahun ini pihaknya memberangkatkan 8.036 calon jamaah haji dari embarkasi Polonia medan, dengan 18 penerbangan Medan-Jeddah dan Madinah. Para calon jamaah haji ini diangkut dengan pesawat Garuda 3101 yang akan berangkat secara bergantian.

Syaiful yang juga ketua panitia pemberangkatan ibadah haji Embarkasai Polonia Medan berharap, seluruh proses pemberangkatan akan berjalan lancar.(MLA)

Sumber: liputan6.com

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

October 22nd, 2009 pada 11:40 pm

Pemerintah Diminta Produksi Vaksin Maningitis

belum ada komentar

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI ) mendorong pemerintah untuk dapat membuat vaksin Maningitis sendiri. Hal ini dilakukan agar musim haji tahun depan jemaah haji Indonesia tidak lagi menggunakan vaksin yang bercampur enzim babi.

Kita sudah mendorong pemerintah,” ujar Ketua Majelis Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin saat berbincang dengan okezone melalui telepon, Jumat (24/7/2009).

Mengenai masih digunakannya vaksin maningitis yang jelas-jelas mengandung unsur babi bagi jamaah haji tahun ini, Ma’ruf mengaku menyerahkan semuanya kepada yang Maha Kuasa.

Soal diterima atau tidak itu urusan Allah, karena enzim babi memang haram,” imbuhnya.

Sebelumnya,  MUI memperbolehkan vaksin meningitis digunakan oleh jamaah haji dan umrah dengan catatan mereka adalah jamaah haji wajib, yang baru pertama kali melakukan haji. Bagi yang tidak, terpaksa harus menunda perjalanan hajinya.(ded)

SUMBER: http://news.okezone.com/read/2009/07/24/1/241541/1/pemerintah-diminta-produksi-vaksin-maningitis

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

July 29th, 2009 pada 1:43 pm

Vaksin Maningitis Hanya untuk Jamaah Haji Wajib

belum ada komentar

JAKARTA – Dengan alasan darurat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya membolehkan penggunaan vaksin maningitis yang mengandung unsur babi untuk jamaah haji Indonesia. Pembolehan ini pun hanya diberikan kepada jamaah haji wajib, yakni jamaah yang baru pertama kali menunaikan haji.

Karena darurat tidak ada pilihan lagi, ya kita harus menggunakan vaksin,” ujar Ketua majelis Fatwa MUI, KH Ma’ruf Amin saat berbincang dengan okezone via telepon, Jumat (24/7/2009).

Langkah itu diambil, lanjut Ma’ruf, karena pihak pemerinta Arab Saudi enggan menampung jemaah haji asal Indonesia yang tidak menggunakan vaksin ini. “Hanya untuk jemaah haji yang baru kali pertama malakukan ibadah haji yang disuntikkan,” jelasnya.

Alhasil bagi jemaah haji yang sudah dua atau tiga kali melalukan ziarah ke tanah suci, harus menunda perjalanan ibadah mereka. “Kalau yang haji lebih dari satu kali, atau pertama kali tapi tidak mau disuntik ya mending tidak usah berangkat karena berisiko,” jelasnya.

Ma’ruf mengaku, penggunakan vaksin ini sudah berlangsung sejak 2006 lalu dan MUI baru mengetahui keharaman ini sebelum musim haji 2009. “Dan sekarang kita telah menyepakati ini bersama dengan pemerintah,” pungkasnya.(ded)

SUMBER: http://news.okezone.com/read/2009/07/24/1/241536/1/vaksin-maningitis-hanya-untuk-jamaah-haji-wajib

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

July 29th, 2009 pada 1:40 pm

Menag: Batas Usia Haji 12-65 Tahun Tak Berdampak

belum ada komentar

LAMONGAN – Pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia pada tahun ini tidak terpengaruh dengan pembatasan usia para jemaah haji yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi. Pemerintah Indonesia hanya akan melakukan pengetatan tes kesehatan.

Demikian pengakuan Menteri Agama Maftuh Basyuni saat meresmikan penggunaan gedung Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs SA) Yayasan Pondok Kebon Dalem, Desa Tanggungan, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jawa Timur, kemarin. “Sebab, kendati ada batasan, kami sudah punya batasan sendiri yaitu 17 tahun hingga tanpa batas asal sehat,” terangnya.

Maftuh kembali menegaskan pembatasan umur 12-65 tahun bagi calon jamaah haji tidak akan banyak berpengaruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Dia menjelaskan kewenangan penuh pemberian visa ada di kedutaan.

Kalau diberi visa, anak usia 11 tahun pun bisa (berhaji). Tapi saya tidak menyarankan, karena kalau belum baligh. Oleh karena itu kuotanya diberikan pada yang sudah baligh,” ujarnya.

Menag bersama Kepala Perwakilan Ausaid, Blair Exell meresmikan secara simbolis 33 gedung MTs SA bantuan AusAid di lima provinsi. Yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Periode 2006-2007 telah dibangun 46 gedung MTS-SA. Sejak Juli 2008 lalu dibangun lagi 33 gedung dengan total anggaran Rp28,133 miliar. Sedang bangunan di MTS-SA Kebon Dalem ini dibangun dengan dana Rp1,1 miliar.

Turut mendampingi Blair Exell adalah Rodney Tiller, General Manager MCPM AIBEP atau Managing Contractor Project Management – Australia Indonesia Basic Education Program (MCPM – AIBEP).

Sementara dari Departemen Agama terlihat hadir Dirjen Pendiidkan Islam Mohammad Ali, Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur, Imam Haromain. Tanpak pula Bupati Lamongan Masfuk, Wabup Tsalits Fahami, Kakandepag Kusaiyin Wardani. (Ashadi Iksan /Koran SI/ful)

SUMBER: http://news.okezone.com/read/2009/07/29/1/242876/menag-batas-usia-haji-12-65-tahun-tak-berdampak

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

July 29th, 2009 pada 1:29 pm