Arsip untuk tag ‘hilal’
NU Menetapkan 1 Muharram 1431 Hijriyah Jatuh pada 18 Desember
Jakarta, NU Online
Tanggal 1 Muharram 1431 Hijriyah ditetapkan jatuh pada hari Jum’at tanggal 18 Desember 2009. Hal ini berdasarkan hasil rukyatul hilal yang diadakan pada Rabu 16 Desember 2009 atau tanggal 29 Dzulhijjah 1430 H.
Tim rukyatul hilal Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama di sedikitnya 65 titik seluruh Indonesia tidak berhasil melihat hilal sehingga berdasarkan kaidah istikmal bulan Dzulhijjah 1430 H digenapkan menjadi 30 hari.
”Tim rukyatul hilal Lajnah Falakiyah seluruh Indonesia tidak berhasil melihat hilal, sehingga atas dasar istikmal maka tanggal 1 Muharram jatuh pada hari Jum’at,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Rabu (16/12), usai menerima laporan hasil rukyat.
Data dalam almanak PBNU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah untuk markaz Jakarta memang menunjukkan bahwa ijtima’ awal bulan Muharram jatuh pada hari Rabu Pon 16 Desember 2009 pada pukul 19.03 WIB. Sementara posisi hilal pada saat pelaksanaan rukyatul hilal masih berada di bawah ufuk pada -1,19 derajat.
Dengan demikian hampir dipastikan rukyatul hilal tidak akan berhasil. Namun, kata Kiai Ghazalie, proses rukyatul hilal tetap dilaksanakan sebagai syarat penentuan awal bulan dan untuk memastikan kebenaran hasil perhitungan (hisab).
Berdasarkan hasil rukyatul hilal Rabu 29 Dzulhijah 1430 H ini maka 1 Muharram 1431 H akan dimulai pada malam Jum’at. Seperti diketahui perhitungan waktu dalam penanggalan Hijriyah ini dimulai malah hari semenjak terbenam Matahari.
Ditambahkan, untuk penentuan awal bulan Muharram ini Departeman Agama (Depag) tidak mengadakan sidang itsbat.
”Depag hanya mengadakan sidang itsbat untuk penetapan tiga bulam yakni Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Namun kami sudah mengajukan usulan agar Depag juga melaksanakan rukyatul hilal setiap bulannya,” kata Kiai Ghazalie. (nam)
Referensi: http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=20896
Hilal Awal Dzulhijjah 1430 Hijriah Terlihat di Gresik
Hilal awal bulan Dzulhijjah 1430 H telah berhasil dilihat oleh dua orang anggota tim rukyatul hilal Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) di bukit Condro Dipo Gresik Jawa Timur. Hilal terlihat pada pukul 17.35 WIB selama sekitar 1 menit.
Hilal disaksikan oleh H M. Inwanuddin dan Samsul Fuad. Kedua saksi ini telah disumpah oleh Pengadilan Agama Gresik. Dengan demikian dapat dipastikan tanggal 1 Dzulhijjah akan jatuh pada hari Rabu (18/11) besok, namun pemerintah baru akan menetapkan awal Dzulhijjah setelah Sidang Itsbat yang baru digelar pada Rabu pagi pukul 10.00 WIB.
Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri di kantor PBNU Jakarta mengatakan, pihaknya akan melaporkan hasil rukyatul hilal ini dalam Sidang Itsbat di kantor Departemen Agama.
Sebelumnya tim Lajnah Falakiyah PBNU sempat gusar karena hampir semua laporan yang masuk menyatakan tidak berhasil melihat karena terhalang mendung. Beberapa lokasi rukyat malah dilaporkan hujan.
Di Kalimantan Selatan yang lebih dulu ghurub atau tenggelam Matahari, tim rukyat LFNU yang diwakili Syarbani Khoiro melaporkan rukyat tidak mungkin dilaksanakan karena mendung dan hujan. Sementara di Kalimantan Tengah Kiai Sansuri Yusuf juga melaporkan lokasi rukyat hujan deras.
Di beberapa titik rukyat yang lain seperti di salah satu lokasi rukyat di NTB juga dilaporkan hujan. Sementara di Surabaya dan Jepara dilaporkan mendung.
Laporan tim rukyat Condrodipo Gresik ini membuat tim penerima laporan rukyat Lajnah Falakiyah PBNU lega. “Alhamdulillah sudah berhasil di Gresik kata Ustadz Rusli, salah seorang pengurus Lajnah Falakiyah PBNU yang menerima laporan rukyat dari Gresik.
Selain dua orang saksinya telah disumpah oleh Pengadilan Agama setempat, laporan tim ru’yat Condrodipo Gresik ini juga sangat meyakinkan karena berhasil ditangkap oleh alat perekam yang memadai. (nam)
Sumber: NU Online















