Berita Dunia Islam Indonesia

Kumpulan berita yang terjadi dalam dunia Islam Indonesia

Arsip untuk tag ‘muallaf’

Menteri Menyarankan Pekerja-pekerja Tamu untuk Belajar tentang Islam

belum ada komentar

Yayasan Pendidikan Islam (Islamic Education Foundation, IEF) di Alhamrah pada hari Jumat menyelenggarakan upacara besar di aula konferensi  Kamar Dagang dan Industri untuk menghormati 749 muallaf yang baru memeluk Islam tahun lalu.

Menteri Urusan Keislaman Shalih al-Asyaikh, yang merupakan tamu kehormatan di upacara, menekankan pentingnya menyebarkan pesan Islam di antara komunitas orang asing (ekspatriat). “Penyiaran Islam adalah kewajiban setiap Muslim,” katanya.

Dia mendesak pekerja-pekerja tamu non-Muslim untuk memanfaatkan Pusat Dakwah di berbagai wilayah Kerajaan untuk mempelajari lebih banyak mengenai Islam dan menghapus kesalah-pahaman mereka tentang ajaran-ajarannya.

“Kita sekarang dalam proses mengubah Pusat Dakwah di seluruh negeri dalam rangka untuk membuat mereka lebih efektif dalam menjalankan misi mereka,” kata Menteri. Ada sekitar 260 Pusat Dakwah di berbagai wilayah dalam Kerajaan.

“Ini adalah kewajiban agama kita untuk mencerahkan para pekerja tamu non-Muslim di dalam Kerajaan tentang pesan al-Qur’an dan Sunnah (ajaran-ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam),” katanya.

“Masuk Islamnya dalam jumlah besar pekerja asing di dalam Kerajaan dalam satu tahun menunjukkan bahwa Islam menyebar cepat meskipun melengking kampanye negatif terhadap agama ini oleh musuh-musuhnya,” kata Faisal al-Shami, wakil direktur IEF.

Dia mengatakan mayoritas ekspatriat non-Muslim di Kerajaan tertarik untuk belajar tentang Islam. “Di antara mereka, ada beberapa orang yang menunjukkan permusuhan terhadap Islam dan kita mencoba untuk mengajak mereka melalui dialog konstruktif. Ada kelompok ekspatriat lain yang tidak ambil peduli terhadap agama, “katanya.

Al-Shami mengatakan lebih dari 7.000 ekspatriat dari berbagai negara telah menerima Islam di IEF selama 15 tahun terakhir. “Kami menyediakan kursus intensif tentang Islam untuk memperkuat iman mereka dan membantu mereka untuk melakukan haji,” katanya.

James Bradley, 63, konsultan Inggris dari perusahaan Saudi, yang memeluk Islam tahun lalu seharusnya menghadiri upacara hari Jumat, tetapi dia meninggal lima bulan setelah masuk Islam. Dia telah berganti nama menjadi Jamal.

Seorang Kristen Protestan, Bradley datang ke Arab Saudi ketika ia berusia 31. Selama tiga dekade terakhir ia sering menyatakan keinginannya untuk menerima Islam, kata Al-Shami. Setelah mengucapkan Syahadat (bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah), ia mengatakan ia merasa seperti hatinya telah dibersihkan.

IEF, memiliki kantor di Alhamrah, Corniche dan pusat kota Jeddah, beroperasi dibawah pengawasan Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Seruan dan Penyuluhan. Kementerian itu menyelenggarakan kuliah, seminar, kompetisi dan perjalanan Umrah. “Program kami bertujuan untuk mempopulerkan agama, nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam dan melindungi pemuda Muslim dan keluarga dari ide-ide dan pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam,” kata Ismail Abu Thalib, manajer hubungan masyarakat dan pengembangan sumber daya.

Sumber: http://arabnews.com/saudiarabia/article27209.ece


Teks Asli:

Minister advises guest workers to learn about Islam
ref: http://arabnews.com/saudiarabia/article27209.ece

The Islamic Education Foundation (IEF) in Alhamrah on Friday organized a major ceremony at the Jeddah Chamber of Commerce and Industry’s conference hall to honor 749 new Muslims who embraced Islam last year.

Islamic Affairs Minister Saleh Al-Asheikh, who was the guest of honor at the ceremony, emphasized the importance of disseminating the message of Islam among the expatriate community. “Islamic propagation is the duty of every Muslim,” he said.

He urged non-Muslim guest workers to make use of the dawa centers in various parts of the Kingdom to learn more about Islam and remove their misconceptions about its teachings.

“We are now in the process of revamping the dawa centers across the country in order to make them more effective in carrying out their mission,” the minister said. There are about 260 dawa centers in various parts of the Kingdom.

“It is our religious duty to enlighten non-Muslim guest workers in the Kingdom about the message of the Qur’an and Sunnah (teachings of the Prophet Muhammad, peace be upon him),” he said.

“The embracing of Islam by a large number of expatriate workers in the Kingdom in a single year shows that Islam is spreading fast despite the strident smear campaign against the religion by its enemies,” said Faisal Al-Shami, deputy director of IEF.

He said the majority of non-Muslim expatriates in the Kingdom are interested to learn about Islam. “Among them, there are a few people who show enmity toward Islam and we try to engage them through constructive dialogue. There is another group of expatriates who do not give any value to religious faith,” he said.

Al-Shami said more than 7,000 expatriates of different nationalities have accepted Islam at IEF during the last 15 years. “We provide them with intensive courses on Islam to strengthen their faith and assist them to perform Haj,” he said.

James Bradley, 63, a British consultant of a Saudi company, who embraced Islam last year was supposed to attend Friday’s ceremony, but he died five months after his conversion to Islam. He had adopted Jamal as his new name.

A Protestant Christian, Bradley came to Saudi Arabia when he was 31. During the last three decades he had often expressed his desire to accept Islam, said Al-Shami. After pronouncing the Shahada (that there is no god but God and Muhammad is the Prophet of God), he said he felt like his heart has been cleansed.

IEF, having offices in Alhamrah, Corniche and downtown Jeddah, operates under the supervision of the Ministry of Islamic Affairs, Endowments, Call and Guidance. It organizes lectures, seminars, competitions and Umrah trips. “Our programs are aimed at highlighting Islamic faith, values and teachings and protecting Muslim youth and families from un-Islamic thoughts and ideas,” said Ismaeel Abu Taleb, manager for public relations and resource development.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

March 8th, 2010 pada 2:16 pm

Kategori: Arab Saudi

Tag:

600 Lebih Warga Negara Cina yang Bekerja di Arab Saudi Memeluk Islam

belum ada komentar

Riyadh: 600 lebih warga negara Cina yang bekerja pada proyek Haramain Rail telah memeluk Islam dalam sebuah acara resmi di Makkah.

Mereka adalah para pekerja dari Chinese Railway Company, yang mana telah memenangkan kontrak bernilai milyaran untuk membangun rel kereta api sepanjang 450 km yang menghubungkan dua kota suci, Makkah dan Madinah, lewat Jeddah dan Rabigh.

Dr. Abdul Aziz, yang menyaksikan peristiwa tersebut, menggambarkannya sebagai sebuah “tanggapan langsung untuk kritik-kritik yang dilancarkan terhadap pemerintah karena mengontrak perusahaan Cina.”

Diantara muallaf, terdapat 70 pekerja yang ikut terlibat dalam proyek pembangunan monorel Makkah, yang menghubungkan kota suci dengan tempat-tempat suci; Mina, Muzdalifah dan Arafah.

“Mereka memeluk Islam dalam 24 jam setelah menerima buku-buku yang memperkenalkan Islam, dalam bahasa Cina, di tempat kerja mereka di Arafah, yang terletak diluar wilayah Haram,” ia berkata menambahkan bahwa pujian diberikan kepada Office of the Call and Guidance for Expatriates di Makkah.

Usaha-usaha untuk menyebarkan pesan Islam diantara sejumlah 5.000 warga negara Cina yang bekerja pada kereta api Haramain sedang berlangsung,” ia berkata menambahkan bahwa masalah utama yang dihadapi oleh Call and Guidance Office adalah kurangnya buku-buku mengenai Islam dalam bahasa Cina.

Patut diperhatikan bahwa tahap pertama dari proyek Haramain Rail yang terdiri atas 70 km telah dimulai dengan baik beberapa bulan yang lalu. Ini termasuk pembebasan lahan, pekerjaan penimbunan, pembangunan jembatan-jembatan dan jalur-jalur. Proyek ini diharapkan selesai pada tahun 2012.

Sumber: http://www.gulfnews.com/news/gulf/saudi_arabia/10352586.html

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Ping.fm
  • Print
  • Reddit
  • RSS
  • Slashdot
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

Ditulis oleh Muhammad 'Abdullah

September 29th, 2009 pada 11:04 am